Memasuki bulan Maret 2009, sebagaimana yang kami janjikan sebelumnya, kedua buku Anugerah Sastra Pena Kencana dipastikan sudah beredar di toko-toko buku. Kedua Buku tersebut berjudul 20 Cerpen Indonesia Terbaik 2009 dan 60 Puisi Indonesia Terbaik 2009
Anda bisa melihat daftar dua belas surat kabar sumber cerita-cerita pendek dan puisi anugerah ini di bagian lain situs ini. Demikian pula daftar Dewan Juri yang mengalami rotasi, dengan jumlah tetap sebanyak tujuh orang (tiga juri di antaranya mengalami rotasi dengan juri baru).
Perubahan lain dari edisi 2009 adalah, format kuis SMS yang diikuti pembaca. Kini kami meminta pembaca ikut bertanggung-jawab atas pilihannya dengan menambahkan komentar atas pilihan tersebut. Keterangan lebih lanjut mengenai hal ini bisa dilihat di bagian Syarat dan Ketentuan.
Sementara buku dalam perjalanan ke toko, bagian administrasi kami akan menghubungi para penulis terpilih untuk proses pengiriman buku-buku tersebut ke alamat masing-masing. Dan untuk pembaca, selamat berpartisipasi.
Tags: 2009
10 Komentar
Pengantar 20 Cerpen Terbaik Indonesia 2009, oleh Adi Wicaksono, sebenarnya ditujukan untuk Cerpen Indonesia di dalam buku itu, atau untuk Azhari seorang?
buku pena kencana sepertinya beraroma perjalanan budaya menulis. apa bisa saya memiliki buku itu…
Ada beberapa komentar saya untuk 60 Puisi Indonesia Terbaik 2009:
1. Kualitas ke-60 puisi 2009 ini jauh lebih menurun dibanding ke-100 puisi 2008. Apakah karena hasil seleksi deaan juri yang tidak mumpuni ataukah puisi yang muncul di media massa tahun 2009, relatif tidak bagus? Saya tidak tahu persis.
2. Penurunan kualitas bukan hanya pada puisi tapi juga kertas sampul, baik puisi, juga cerpen? Mengapa hal ini bisa terjadi? Apa yang dikejar oleh panitia pelaksana?
3. Dewan Juri dan Panitia terlalu terobsesi kepada penyair muda. Begitu banyak penyair muda yang ikut, sampai kelahiran 1990. Karya mereka jauh di bawah kualitas yang diharapkan. Arif B. Prasetyo pun tidak menyinggung karya mereka di bagian pengantar buku ini. Karya penyair muda menunjukkan ketidakmatangan berbahasa. Apakah dewan juri mengakomodir kegagapan berbahasa misalnya kata “peburu” yang seharusnya “pemburu”? KBBI yang diterbitkan Depdiknas dan Teaurus yang diterbitkan Gramedia hanya memuat kata “pemburu” bukan “peburu”. Atau ini dianggap keleleluasaan berbahasa penyair? Apakah hal yang sama bisa diterapkan untuk kata “pembela” menjadi “pebela”?
4. Seharusnya panitia menggunakan juri yang baru dan berkualitas. Kenapa tidak menggunakan pihak yang juga tidak diragukan kapasitasnya misalnya Afrizal Malna, Ignas Kleden, Agus R. Sarjono, Abdul Hadi WM, Suminto A. Sayuti, dan Rendra atau yang lainnya? Keberadaan juri yang pada umumnya itu-itu saja, akan menimbulkan kejenuhan pembaca, juga penyair yang karyanya masuk ke dalam buku tersebut.
5. Sampai kapanpun, sebagai pembaca, saya tidak bisa menerima karya panitia dan dewan juri ikut di kedua buku Pena Kencana. Kalau alasan, bahwa agar karya sastra terbaik - di mana karya panitia dan juga juri bisa termasuk di dalamnya - tidak boleh luput, itu adalah wujud ketidakrendahan hati. Apakah karya panitia dan dewan juri yang masuk di kedua buku itu benar-benar terbaik? Lantas apakah karya sastrawan yang tidak masuk, jelek? Sungguh sebuah keputusan yang tidak dapat dinalar.
6. Saya pun tidak bisa menerima pentasbihan karya terbaik melalui polling SMS. Kiat panitia untuk membuka ruang komentar pembaca atas karya, tidak menyelesaikan masalah atau tidak mengarah ke penilaian objektif. Pertanyaannya adalah apalah kualitas komentar pembaca memengaruhi hasil penetapan karya terbaik? Bagaimana kalau dua puisi dikomentari dengan kualitas argumen yang cukup bagus dan enam puisi puisi dikomentari oleh siswa SMA dengan tidak bagus, siapa yang akan menjadi karya terbaik? Bukankah kuantitas (jumlah) pemilih salah satu puisi tetap yang utama?
7. Jika hal di ats tidak diperhatikan maka penetapan karya-karya terbaik tersebut, tidak akan disambut positif masyarakat sastra Indonesia. Bahkan sebaliknya, dianggap penuh dengan kebingungan dan ketidakpuasan. Salam.
mana nich buku dan honornya? hehehe
….pengantar Arif B Prasetyo untuk 60 Puisi, justru melemahkan pilihan juri sendiri. memang, dia punya hak yang berbeda untuk menulis apapun apresiasinya. Tapi bahwa pembacaannya yang sekilas serba tak tuntas menunjukkan kemalasannya. lebih baik dia tidak menyebut satu pun puisi dalam pengantarnya, dari pada sekedar mencatut-catut. Alahmak….entah apa pulak ini encik….
bukan salah saya jika saya lahir tahun 1990 dan kemudian puisi saya masuk pena kencana 2009. bukan salah 1990, sungguh.
bukan salah saya jika saya lahir tahun 1990. bukan salah saya juga jika kelahiran 1990 puisinya masuk pena kencana 2009. bukan salah 1990, sungguh. dan maaf, saya tidak bisa menangis
Saya penggemar karya sastra, khususnya cerpen, dengan kualifikasi setengah awam. Tujuan utama saya membeli dan membaca kumpulan cerpen Indonesia terbaik ini adalah untuk penyegaran pikiran dan jiwa di sela-sela tekanan pekerjaan sehari-hari saya (pekerjaan yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan sastra). Sebelum saya membaca cerpennya, saya ingin tahu gambaran secara komprehensif tentang cerpen-cerpen tersebut melalui analisis atau catatan dari mas Wicaksono Adi. Tapi kenapa ya, saya kok tambah pusing. Barangkali teksnya sangat panjang (40 halaman), bahasanya texbook” dan rumit (?)dan ditambah lagi diawali dengan catatan terhadap cerpen yang kelas berat (Pengantar Singkat untuk Rencana Pembunuhan Sultan Nurruddin).
Saya hanyalah pembaca yang setia dan membeli cerpen tersebut bukan karena ada hadiahnya. Namun hadiah memang perlu, karena hal demikian merupakan upaya “marketing” agar cerpen terbaik tersebut bisa dibaca banyak orang, bukan saja oleh ahlinya, setengah awam seperti saya, tetapi juga oleh orang-orang awam.
Salam,
Bagus itu Mas Sunlie, memang itu yang harus ditanyakan paling dulu, honor dan buku. Anugerah Pena Kencana ini jangan terlalu dianggap serius,mau masuk keq mau nggak keq gak ada pengaruhnya bagi kerja kepenyairan.
Hidup Penyair yang dipilih dan nggak dipilih !
knapa surat kabar dari medan blom masuk perhitungan? jadi tambah sulit bersaing neh.