Mashuri lahir di Lamongan, 27 April 1976. Jebolan dua Pondok Pesantren di daerah kelahirannya (PP Salafiyah Wanar dan PP Ta’sisut Taqwa Galang). Alumnus Sastra Indonesia Universitas Airlangga Surabaya (2002). Jebolan jurusan Filsafat Islam di Program Pascasarjana IAIN Sunan Ampel Surabaya. Selama ini, belajar berkesenian di Teater Gapus. Aktif di Forum Studi Sastra dan Seni Luar Pagar (FS3LP) Surabaya. Pernah dipercaya sebagai Litbang PPSJS (Paguyuban Pengarang Sastra Jawa Surabaya). Pernah menjadi kontributor tetap rubrik Ngaji Sastra di harian Duta Masyarakat (hasil kerja sama harian tersebut dengan FS3LP).

Antologi puisi tunggalnya dalam edisi terbatas Jawadwipa 3003 (Gapus, 2003) dibacakan di Fakultas Sastra Unair dirangkai dengan teaterikalisasi, musikalisasi dan diskusi. Antologi puisi tunggal lainnya Pengantin Lumpur diterbitkan Dewan Kesenian Jawa Timur (DK-Jatim) dan Surabaya Poetry Community (2005). Kumpulan puisi terbarunya Ngaceng (Pustaka Pujangga dan FS3LP, 2007). Novel pertamanya ‘Hubbu’ dinobatkan sebagai pemenang pertama dalam lomba penulisan novel DKJ 2006 pada tanggal 9 Maret 2007 di Teater Kecil, TIM Jakarta, dan diterbitkan Gramedia (Agustus, 2007).

Tulisan-tulisan lainnya, terutama puisi, esei dan sedikit cerpen, pernah dipublikasikan di Jurnal Kebudayaan Kalam, Jurnal Puisi, Majalah Aksara Imajio, Majalah Kidung, Majalah Sinduh, Jurnal Aksara, Jurnal Thought, Jurnal Atavisme, Jurnal Jembatan Merah, Karya Dharma, Surabaya Post, Media Indonesia, Kompas, Kompas Jawa Timur, Republika, Surabaya News, Lampung Post, Jawa Pos, Surya, Memorandum, Rakyat Merdeka, Sinar Harapan, Pikiran Rakyat, Suara Pembaruan, Duta Masyarakat, Buletin Sastra Epik, Jejak, Telunjuk, On-Off, dan sejumlah media kampus, seperti Gatra, Situs, IAIN News serta dalam beberapa situs seperti Inspirasi (situs AIAA Australia) Jaringan Islam Liberal, Satu Arah (Malaysia) dan beberapa situs internet dan media lainnya.

Puisinya juga terkumpul dalam beberapa antologi puisi bersama seperti: Refleksi (Gapus, 1995), Seribu Wajah Lilin (Gapus, 1997), Menguak Tanah Kering (Gapus, 2000), serta dalam beberapa buku puisi seperti Manifesto Surrealisme (FS3LP dan Galah Yogyakarta, 2002), Permohonan Hijau (Festival Seni Surabaya, 2003), Puisi Tak Pernah Pergi (Kompas, 2003), Antologi Penyair Jawa Timur 2004 (Festival Seni Surabaya, 2004), Duka Aceh Duka Bersama (DKJT, 2005), Mahaduka Aceh (Pusat Dokumentasi HB Yassin, 2005), Malsasa 2006 (Forum Sastra Bersama Surabaya, 2006), Festival Mei (Forum Sastra Bandung, 2006), Khianat Waktu (Dewan Kesenian Lamongan, 2006) Kentrung Jancukan (Gapus, 2006), Malsasa 2007 (Forum Sastra Bersama Surabaya, 2007), dan beberapa antologi puisi lainnya. Salah satu cerpennya juga terdapat dalam kumpulan cerpen Black Forest (Festival Seni Surabaya, 2005), Secangkir Kopi dan Sebatang Rokok (Gapus, 2006), dan Pelayaran Bunga (Taman Budaya Jawa Timur, 2007). Juga, aktif menulis puisi dalam bahasa Jawa (guritan) dan sering dipublikasikan di media, seperti: Jaya Baya, Telunjuk, Surabaya Post, Suket Surabaya News, dan Damar Jati. Eseinya terdapat dalam buku Sastra dan Mistisisme Jawa (Lanskap Indonesia dan Fakultas Psikologi Unair, 2003) dan Provinsi Para Penyair (Gapus, 2006).

Kini sedang menyiapkan buku Ngaji Sastra (kumpulan esei), Kritik Dekonstruksi (revisi skripsi), dan Mesin dan Hantu (antologi puisi bersama Indra Tjahyadi, S Yoga, F Azis Manna dan Muhammad Aris). Selain itu, juga mempersiapkan antologi guritan tunggal Njaran Kepang. Untuk menyambung hidup, sejak 1999 bekerja sebagai wartawan/redaktur di harian Memorandum dan sejak 2006 bekerja di Balai Bahasa Surabaya sebagai tenaga teknis kebahasaan dan kesastraan.