26 Mar 08

Penghargaan Dapat Memacu Karya

SEMARANG, KOMPAS – Penghargaan terhadap karya sastra termasuk pengarangnya di Indonesia sangat terbatas. Padahal, pemberian penghargaan yang layak dapat memacu para pengarang untuk terus berkarya dan menciptakan karya yang baik. Di sisi lain, pengarang di Indonesia juga tidak terdidik untuk berkompetisi mengejar penghargaan.

Hal ini terungkap dalam diskusi sastra yang membahas 20 Cerpen Terbaik Indonesia Terbaik [...]

SEMARANG, KOMPAS – Penghargaan terhadap karya sastra termasuk pengarangnya di Indonesia sangat terbatas. Padahal, pemberian penghargaan yang layak dapat memacu para pengarang untuk terus berkarya dan menciptakan karya yang baik. Di sisi lain, pengarang di Indonesia juga tidak terdidik untuk berkompetisi mengejar penghargaan.

Hal ini terungkap dalam diskusi sastra yang membahas 20 Cerpen Terbaik Indonesia Terbaik 2008 dan 100 Puisi Indonesia Terbaik 2008 di Toko Buku Gramedia, Jalan Pandanaran, Kota Semarang, Kamis (20/3).
Diskusi dengan moderator Triyanto Triwikromo itu menghadirkan dua pembicara, yakni S Prasetyo Utomo dan Hendro Basuki.
Triyanto mengawali diskusi dengan menjelaskan gambaran penghargaan terhadap karya sastra Indonesia terkini. Saat ini, masih ada media yang menilai sebuah karya dengan rendah.
“Masih ada surat kabar yang memberi honor Rp. 50.000,- untuk sebuah puisi,” katanya prihatin.
Menurut S. Prasetyo Utomo, pengarang di Indonesia tidak pernah dididik untuk menciptakan karya demi tujuan memenangkan penghargaan. Hal itu antara lain terjadi karena anugerah sastra di Indonesia sangat terbatas. Padahal, anugerah sastra yang diimbangi dengan penghargaan nominal akan sangat membantu pengarang sehingga mereka bisa lebih terpacu untuk terus berkarya.
Prasetyo menilai, munculnya jenis anugerah baru seperi Anugerah Sastra Pena Kencana dapat memberi warna baru dalam perkembangan sastra di Indonesia.
“Hal itu menandakan karya sastra Indonesia mulai dihargai sehingga pengarang bisa memanen hasil kerjanya,” katanya.

Anugerah Sastra
Anugerah Sastra Pena Kencana diberikan kepada puisi dan cerpen terbaik setiap tahun. Sebanyak tujuh juri memilih 20 cerpen dan 100 puisi terbaik dari sejumlah cerpen dan puisi yang pernah dimuat di surat kabar terpilih.
Para juri meliput Sapardi Djoko Damono, Budi Darma, Apsanti Djokosujatno, Ahmad Tohari, Sitok Srengenge, Joko Pinurbo, dan Jamal D. Rahman.
Ke-20 cerpen dan 100 puisi itu kini telah dibukukan. Hak untuk menentukan cerpen dan puisi terbaik 2008 selanjutnya diserahkan kepada pembaca yang boleh memilih karya dengan mengirim pesan singkat atau SMS.
Menurut Hendro Basuki, pembaca terlibat untuk memilih karya terbaik. Diharapkan, baik atau buruknya sebuah karya tidak lagi bergantung pada kritikus sastra atau editor surat kabar. (A09)

Kompas Jawa Tengah, Sabtu 22 Maret 2008

Hak cipta dan tanggung jawab isi komentar ada pada masing-masing penulis komentar. Pena Kencana berhak tidak menampilkan komentar yang tidak relevan dengan isi website ini.

5 Komentar

  • arric - August 12, 2008 | Permalink

    semoga sastra indonesia smakin maju!

  • Wawan Susetya - August 23, 2008 | Permalink

    Meskipun buku saya, baik yang fiksi maupun non fiksi sudah mencapai 50 buah, tetapi saya kok gak pernah dapat penghargaan buku, ya?

    Memang, ini agak dilematis! Mengapa kok berharap mendapat penghargaan, bukankah tugas utama penulis adalah menulis?!

    Ya, begitulah! Tapi, setidaknya sebuah karya itu bukan pengakuan atau apresiasi dari sesama manusia, terutama sesama seniman atau penulis. Sementara, hubungan seseorang dengan Tuhannya tak memerlukan pengakuan dari orang lain.

    Wassalam,
    Wawan Susetya

  • tom - January 15, 2009 | Permalink

    kapan dan dimana lomba ini diadakan tlg di infokan di email gua thx

  • penakencana - January 15, 2009 | Permalink

    @tom dan pembaca yang lain:
    Mengenai peserta Cerpen dan Puisi Terbaik Anugerah Sastra Pena Kencana, bisa dibaca di:
    http://penakencana.com/tentang.
    Jadi, silakan dibaca kembali mengenai informasi tersebut.

  • teguh prast - April 12, 2009 | Permalink

    Mohon….konfirmasinya

    untuk ikut ajang karya puisi gmn caranya?? apa sudah ditutup? apa harus jd member dulu??

    thx

    =============
    @teguh
    karya-karya ini dpilih dari karya-karya yang dimuat di media massa (surat kabar) selama setahun (lihat bagian media, untuk mengetahui surat kabar mana saja). Karya anda (puisi atau cerpen) harus dimuat terlebih dahulu di surat kabar(2) tersebut untuk dinilai. terima kasih (PK).

  • Tinggalkan Pesan

    Email tak akan ditampilkan. Harap isi kolom bertanda *

    *
    *