Juri 2008

Anugerah Sastra Pena Kencana 2009

 

 

 
JURI ANUGERAH SASTRA PENA KENCANA 2008

Budi Darma (Ketua, Anggota)
Anak keempat dari enam bersaudara ini menamatkan SD di Kudus, SMP di Salatiga, SMA di Semarang, mengikuti ayahnya, R. Moenandar Darmowidagdo (almarhum) — pegawai kantor pos yang berpindah-pindah tugas. Lulus Fakultas Sastra & Kebudayaan UGM, 1963, pada 1976 ia meraih gelar master of art dari Universitas Indiana, Bloomington, AS. Empat tahun kemudian, di universitas yang sama, ia memperoleh gelar Ph.D. dengan disertasinya berjudul Characters and Moral Judgement in Jane Austin’s Novels.Pada usia 26, Budi Darma memangku jabatan Dekan Fakultas Keguruan Sastra & Seni IKIP Surabaya cabang Malang, dan setahun kemudian dipindah ke Surabaya, lalu menjadi Ketua Jurusan Bahasa Inggris. Sejak 1984, ia diangkat sebagai rektor IKIP Surabaya. Kumpulan cerpennya, Bloomington, mendapat hadiah Sastra Asean, 1984.
Ahmad Tohari (Anggota)
Ahmad Tohari dilahirkan di desa Tinggarjaya, Kecamatan Jatilawang, Banyumas tanggal 13 Juni 1948. Pendidikan formalnya hanya sampai SMAN II Purwokerto. Namun demikian beberapa fakultas seperti ekonomi, sospol, dan kedokteran pernah dijelajahinya. Semuanya tak ada yang ditekuninya. Ahmad Tohari tidak pernah melepaskan diri dari pengalaman hidup kedesaannya yang mewarnai seluruh karya sastranya. Ronggeng Dukuh Paruk, Lintang Kemukus Dini Hari, dan Jantera Bianglala adalah novel trilogi, yang melukiskan dinamika kehidupan ronggeng di desa terpencil, Dukuh Paruk. Karya-karya Ahmad Tohari telah diterbitkan dalam bahasa Jepang, Cina, Belanda dan Jerman serta Inggris.
Apsanti Djokosujatno (Anggota)
Apsanti Djokosujatno, Prof. Dr., lahir di Malang tahun 1941. Ia mengajar Pengkajian Roman Prancis, Kritik Sastra Prancis, Cerita Detektif dan Pengajaran Pengkajian Sinema di S1 dan Teori Sastra di S2 Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia. Ia banyak menejremahkan beberapa novel dari bahasa Prancis, Belanda dan Inggris. Ia adalah penulis buku Wanita dalam Kesusatraan Prancis (2003) dan Membaca Katrologi Bumi Manusia Pramoedya Ananta Toer (2004).
Jamal D. Rahman (Anggota)
Dilahirkan di Sumenep, Madura, 14 Desember 1967. Menulis puisi dan esai. Tulisannya tersebar di berbagai media, antara lain: Republika, Ulumul Qur’an, Jawa Pos. Kumpulan puisi penyair yang juga redaktur pelaksana majalah sastra Horison ini adalah Air Mata Diam (1993). Puisi-puisinya dimuat pula dalam beberapa antologi, antara lain: Mimbar Penyair Abad 21.

Joko Pinurbo (Anggota)
Joko Pinurbo lahir 11 Mei 1962; tinggal di Yogyakarta. Buku kumpulan puisinya antara lain Kekasihku (2004) dan Celana Pacarkecilku Di Bawah Kibaran Sarung (2007). Pernah memperoleh berbagai penghargaan sastra, antara lain Hadiah Sastra Lontar (2001), Penghargaan Sastra Pusat Bahasa (2002), dan Buku Puisi Terbaik dari Khatulistiwa Literary Award (2005). Joko Pinurbo bisa dikunjungi di blog pribadinya: jokopinurbo.com.
Sapardi Djoko Damono (Anggota)
Sapardi Djoko Damono lahir di Solo, 20 Maret 1940. Pensiunan guru besar Universitas Indonesia, sekarang membantu Institut Kesenian Jakarta dan mengajar serta membimbing di Program Pascasarjana Universitas Indonesia, Univesitas Gadjah Mada, dan Universitas Diponegoro. Sapardi telah menerbitksan sejumlah buku puisi, cerpen, dan esai di antaranya Hujan Bulan Juni (puisi, 1994), Politik, Ideologi, dan Sastra Hibrida (esai, 1999), Ada Berita Apa Hari Ini, Den Sastro? (puisi, 2003), Puisi Indonesia Sebelum Kemerdekaan (esai, 2004), dan Pedoman Penelitian Sastra Bandingan (esai, 2006).
Sitok Srengenge (Anggota)
Sitok Srengenge bekerja di Komunitas Utan Kayu sebagai Kurator Program Sastra dan Teater, Redaktur jurnal kebudayaan Kalam, dan Direktur Utan Kayu International Literary Biennale. Dua buku terbarunya: antologi puisi bilingual On Nothing dan novel Menggarami Burung Terbang. Bersama Dr. Sandra Thibodeaux ia menyunting buku TERRA, A Bilingual Anthology from WordStorm, the Northern Territory Writers’s Featival (Australia). Sitok juga mengelola Penerbit KataKita.