Juri

Anugerah Sastra Pena Kencana 2009

 

 

 
JURI ANUGERAH SASTRA PENA KENCANA 2009

Sapardi Djoko Damono (Ketua)
Sapardi Djoko Damono lahir di Solo, 20 Maret 1940. Pensiunan guru besar Universitas Indonesia, sekarang membantu Institut Kesenian Jakarta dan mengajar serta membimbing di Program Pascasarjana Universitas Indonesia, Univesitas Gadjah Mada, dan Universitas Diponegoro. Sapardi telah menerbitksan sejumlah buku puisi, cerpen, dan esai di antaranya Hujan Bulan Juni (puisi, 1994), Politik, Ideologi, dan Sastra Hibrida (esai, 1999), Ada Berita Apa Hari Ini, Den Sastro? (puisi, 2003), Puisi Indonesia Sebelum Kemerdekaan (esai, 2004), dan Pedoman Penelitian Sastra Bandingan (esai, 2006).
Sutardji Calzoum Bachri (Anggota)
Sutardji Calzoum Bachri lahir tahun 1941 di Riau. Dari sajak-sajaknya itu Sutardji memperlihatkan dirinya sebagai pembaharu perpuisian Indonesia. Terutama karena konsepsinya tentang kata yang hendak dibebaskan dari kungkungan pengertian dan dikembalikannya pada fungsi kata seperti dalam mantra. Pada musim panas 1974, Sutardji Calzoum Bachri mengikuti Poetry Reading International di Rotterdam. Kemudian ia mengikuti seminar International Writing Program di Iowa City, Amerika Serikat dari Oktober 1974 sampai April 1975. O Amuk Kapak merupakan penerbitan yang lengkap sajak-sajak Calzoum Bachri dari periode penulisan 1966 sampai 1979. Selain itu ia juga pernah menerbitkan kumpulan cerita pendek Hujan Menulis Ayam.
Putu Wijaya (Anggota)
Putu Wijaya (bernama asli I Gusti Ngurah Putu Wijaya), lahir di Puri Anom, Tabanan, Bali pada tanggal 11 April 1944. Putu Wijaya sudah menulis kurang lebih 30 novel, 40 naskah drama, sekitar seribu cerpen, ratusan esei, artikel lepas, dan kritik drama. Ia juga telah menulis skenario film dan sinetron. Sebagai seorang dramawan, ia memimpin Teater Mandiri sejak 1971. Sebagai penulis skenario, ia telah dua kali meraih piala Citra di Festival Film Indonesia (FFI), untuk Perawan Desa (1980), dan Kembang Kertas (1985). Sebagai seorang penulis fiksi sudah banyak buku yang dihasilkannya. Di antaranya, yang banyak diperbincangkan adalah Bila Malam Bertambah Malam, Telegram, Pabrik, Keok, Tiba-Tiba Malam, Sobat, Nyali.
Linda Christanty (Anggota)
Penulis merangkap jurnalis ini lahir di Bangka, Sumatera. Esainya, “Militerisme dan Kekerasan di Timor Leste”, memperoleh penghargaan esai terbaik tahun 1998. Kumpulan cerita pendeknya, Kuda Terbang Maria Pinto (Kata Kita, 2003), meraih anugerah Khatulistiwa Literary Award 2004. Selain menulis fiksi, ia juga menulis feature untuk berbagai surat kabar. Saat ini ia tinggal di Banda Aceh, bekerja sebagai pemimpin redaksi Aceh Feature (acehfeature.org). Ia bisa dikunjungi di blognya: aboutlindachristanty.wordpress.com.
Joko Pinurbo (Anggota)
Joko Pinurbo lahir 11 Mei 1962; tinggal di Yogyakarta. Buku kumpulan puisinya antara lain Kekasihku (2004) dan Celana Pacarkecilku Di Bawah Kibaran Sarung (2007). Pernah memperoleh berbagai penghargaan sastra, antara lain Hadiah Sastra Lontar (2001), Penghargaan Sastra Pusat Bahasa (2002), dan Buku Puisi Terbaik dari Khatulistiwa Literary Award (2005). Joko Pinurbo bisa dikunjungi di blog pribadinya: jokopinurbo.com.
Budi Darma (Ketua, Anggota)
Anak keempat dari enam bersaudara ini menamatkan SD di Kudus, SMP di Salatiga, SMA di Semarang, mengikuti ayahnya, R. Moenandar Darmowidagdo (almarhum) — pegawai kantor pos yang berpindah-pindah tugas. Lulus Fakultas Sastra & Kebudayaan UGM, 1963, pada 1976 ia meraih gelar master of art dari Universitas Indiana, Bloomington, AS. Empat tahun kemudian, di universitas yang sama, ia memperoleh gelar Ph.D. dengan disertasinya berjudul Characters and Moral Judgement in Jane Austin’s Novels.Pada usia 26, Budi Darma memangku jabatan Dekan Fakultas Keguruan Sastra & Seni IKIP Surabaya cabang Malang, dan setahun kemudian dipindah ke Surabaya, lalu menjadi Ketua Jurusan Bahasa Inggris. Sejak 1984, ia diangkat sebagai rektor IKIP Surabaya. Kumpulan cerpennya, Bloomington, mendapat hadiah Sastra Asean, 1984.
Sitok Srengenge (Anggota)
Sitok Srengenge bekerja di Komunitas Utan Kayu sebagai Kurator Program Sastra dan Teater, Redaktur jurnal kebudayaan Kalam, dan Direktur Utan Kayu International Literary Biennale. Dua buku terbarunya: antologi puisi bilingual On Nothing dan novel Menggarami Burung Terbang. Bersama Dr. Sandra Thibodeaux ia menyunting buku TERRA, A Bilingual Anthology from WordStorm, the Northern Territory Writers’s Featival (Australia). Sitok juga mengelola Penerbit KataKita.