Arsip: Kabar

Diskusi Buku Pena Kencana di Lampung

Mengundang teman-teman penulis, pembaca, bukan penulis, bukan pembaca ke acara:
Diskusi buku 20 Cerpen Indonesia Terbaik 2008 dan 100 Puisi Indonesia Terbaik 2008
Anugerah Sastra Pena Kencana
Di mana:
UKMBS UNILA
Gedung PKM Lt. 1, Universitas Lampung
Kapan:
Rabu, 30 April 2008 | 19.00 Waktu Indonesia bagian Lampung
Bersama:
- Joko Pinurbo
- Binhad Nurrohmat
- Iswadi Pratama (Moderator)
- Ruth (pembaca cerpen/puisi)
Datang, baca, kritik!

Foto-Foto Diskusi Surabaya

Setelah peluncuran di Jakarta, Pena Kencana road show ke beberapa kota.
Berikut foto-foto diskusi di Gramedia Delta Surabaya, tanggal 5 April 2008.

para pembicara

yang datang ke acara

yang komentar waktu diskusi

selesai diksusi, panitia lokal makan… kelaparan habis kerja keras.
Foto oleh Stefani Hid. Makasih Stef!

Foto-Foto Peluncuran Dua Buku Anugerah Sastra Pena Kencana, Jakarta

Peluncuran buku 20 Cerpen Indonesia Terbaik 2008 & 100 Puisi Indonesia Terbaik 2008, sukses digelar hari Rabu (5 Maret 2008) di Tb. Gramedia Matraman, Jakarta Timur
Ini foto-fotonya…

.gallery {
margin: auto;
}
.gallery-item {
float: left;
margin-top: 10px;
text-align: center;
width: 33%; }
.gallery img {
border: 2px solid #cfcfcf;
}
.gallery-caption {
margin-left: 0;
}

Foto 1

Foto 2

Foto 3

Foto 4

Foto 5

Foto 6

Sastra Juga Komoditas

Kompetisi yang melibatkan interaksi masyarakat, kini tak hanya dilakukan ajang tarik suara saja, tapi juga merambah ke dunia sastra. Anugerah Sastra Pena Kencana 2008, mungkin akan menjadi ajang kompetisi sastra yang memulai sistem ini.
“Ini merupakan terobosan baru yang melibatkan pembaca untuk memilih pemenang. Biasanya ajang anugerah sastra ditentukan oleh beberapa orang juri saja,” terang Jamal [...]

Penghargaan Dapat Memacu Karya

SEMARANG, KOMPAS – Penghargaan terhadap karya sastra termasuk pengarangnya di Indonesia sangat terbatas. Padahal, pemberian penghargaan yang layak dapat memacu para pengarang untuk terus berkarya dan menciptakan karya yang baik. Di sisi lain, pengarang di Indonesia juga tidak terdidik untuk berkompetisi mengejar penghargaan.

Kala Martabat Sastra Dimuliakan

”SAYA tidak bisa menulis dalam keadaan lapar.”Kalimat itu meluncur dengan intonasi yang kuat dari pengamat sastra yang juga cerpenis asal Semarang, S Prasetyo Utomo.
Muara dari kepedihan Prasetyo itu adalah soal honor. Kadang sebuah puisi atau cerita pendek (cerpen) yang termuat di sebuah surat kabar masih dihargai Rp 250 ribu, paling tinggi Rp 350 ribu. [...]

Sastra (Koran) Semakin Diapresiasi

Telah tiba masanya pengarang atau sastrawan kita bergelimang uang. Sebelumnya, sastrawan hanya sedikit yang kecipratan rezeki lumayan dari karya-karyanya. Namun, pascareformasi, buku-buku sastra beberapa pengarang ternyata laris, cetak ulang belasan kali, dan royaltinya bisa lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kesan yang bisa ditangkap, sastra semakin diapresiasi, semakin diminati.
Pemerintah belum mengapresiasi sastra seperti mengapresiasi [...]

Heboh Karya Sastra Terbaik

Goenawan Mohamad, usai menghadiri peluncuran buku 100 Puisi Indonesia Terbaik 2008 dan 20 Cerpen Indonesia Terbaik 2008 di toko buku Gramedia, Mataram, Jakarta, Rabu (5/3), mengatakan, ”Kini telah muncul dua buku yang memudahkan orang mendapatkan karya sastra terbaik Indonesia.”
Dengan alasan berbeda, kritikus Radhar Panca Dahana dalam diskusi buku yang dipersembahkan Anugerah Sastra Pena Kencana dan [...]

Undangan Peluncuran

PT. Kharisma Pena Kencana & Penerbit Gramedia Pustaka Utama mengharapkan kehadiaran Anda dalam acara peluncuran buku 20 Cerpen Indonesia Terbaik 2008 & 100 Puisi Indonesia Terbaik 2008
serta peluncuran perdana Anugerah Sastra Pena Kencana.
Rabu, 5 Maret 2008 | 17.00-20.00
di Toko Buku Gramedia Matraman
Lt.2 Functional Room,
Jl Matraman No.46-48, Jakarta Timur
Besama:
- Sapardi Djoko Damono
- Jamal D. Rahman
- Radhar [...]

Sastra Milik Siapa?

Tentu yang paling berkompeten terhadap sastra adalah komunitas sastrawan. Yakni mereka yang mengklaim “beralaskan hati dan pikiran yang jernih” berkarya untuk Tuhan (baca; kesadaran dirinya) dan bagi kemaslahatan manusia.
Mereka tentu berusaha terbebas dari pengaruh, apalagi tekanan, yang beorientasi komersial, sehingga setiap usaha ke arah itu pasti akan dicurigai sebagai upaya merusak kesucian karya dan [...]